Hai semuanya, di post kali ini, saya mau nyoba mereview salah satu barang yang dijual dikantor yah, Sennheiser PXC550. Sennheiser PXC550 ini sendiri adalah seri penerusnya PXC480 yang masih memakai kabel. Sennheiser PXC550 ini adalah headset active noise cancelling dan juga wireless.
Bagaimana kah kenampakan barangnya? langsung saja :
Bagaimana kah kenampakan barangnya? langsung saja :
Nah ini kenampakannya fresh dari bungkusnya
Ada beberapa aspek yang bakal saya coba review disini, langsung simak saja ya
- Fitting and isolation
Dari fitting sendiri headset ini termasuk ke over ear. Saat dipakai terasa sangat ringan dan tidak membebani leher sama sekali. Untuk isolation sendiri sangat kedap dan juga ada fitur noise cancelation.
- Build
Buildnya kokoh meskipun buildnya menggunakan plastik.Plastik yang digunakan sendiri bukan plastic murahan, tapi plastik high quality. Untuk earcup sendiri dia memakai pleather yang menurut saya cukup nyaman, tapi sayangnya tidak menyerap keringat. Dibagian headband atas, headset ini menggunakan karet yang cukup tebal dan empuk.Untuk kenyamanannya selama 1 jam pemakaian saya tidak merasa panas di telinga
- Fitur
1. Adaptive noise cancelling
Disini adaptive noise cancellingnya bisa disetting dari aplikasi sennheiser yang ada di playstore/appstore. Di headphonenya sendiri pun ada tombol setingnya di 0% ,50?n 100% noice cancelling. Kalau noise cancelling di 0% terasa seperti ada noice angin berhembus gitu. Noise cancellingnya tidak berfungsi kalau dipakai untuk mendengarkan lagu. Hanya bisa digunakan saat on call saja.
2. foldable
3. Tap and swipe to play pause
Fitur ini bisa digunakan di pad yang ada di earcup sebelah kanan. Tap sekali untuk play pause, swipe up and down untuk volume, dan swipe forward backward untuk next and previous song. Jika dipakai untuk call, bisa tap 2x untuk mengaktifkan dan meng non-aktifkan fitur noice cancelling.
4. Daya tahan baterai relatif panjang
5. Pairing menggunakan NFC
Untuk pairing nfc sendiri tinggal di tap saja handphone anda ke earcup sebelah kiri.
6. Bisa menggunakan kabel.
Bagi pengguna kabel, tidak perlu cemas karena headset ini bisa digunakan menggunakan kabel, tapi menggunakan jack 2.5mm.
- Testing
Testing disini saya menggunakan Xiaomi Mi5 dan juga spotify kualitas extreme.
- Songs
- One ok rock – wherever you are
- Celine dion – my heart will go on
- Dream theater live in budokan – instrumedley
- Lamb of god – redneck
- Apink – it’s you
- LiSA – owaranai bouken
- Exid – up&down
- Dream theater live in budokan – stream of conciousness
- Depapepe – one
- YUI – goodbye days
- Bass
Impressi pertama, bassnya powerful, deep, dan rumble. Rumble disini masih cukup sopan, dalam artian bassnya itu tidak sampai bergetar ke ubun ubun. Saat dicoba di lagu myheart will go on, yang model lagunya itu lebih ke vocal si mbak celine sendiri, saya merasa bassnya ini ngisi lagunya banget, tidak over, tapi tidak tipis juga. Saat dicoba di lagu yang banyak double pedal seperti instrumedley, terasa bassnya sedikit keteteran atau decaynya cukup panjang. Bukan tipe yang sangat berantakan, hanya keteteran sedikit saja.
- Mid
Midnya sweet, tebal tapi tidak terlalu tebal sampai menutupi sektor high dan juga terasa intim. Midnya sendiri terasa berada ditengah-tengah, tidak forward maupun mundur, tapi lebih cenderung forward sih.
- High
Highnya santai, tidak menusuk. Masalah cring sendiri saya rasa cukup meriah ya tapi tidak sampe bikin telinga pengang juga
- Detail
Detail disini cukup mengejutkan menurut saya. Cukup terdengar beberapa micro detail disetiap lagunya.
- Soundstage
Nah soundstagenya sendiri terasa sangat luas dan lebar. Untuk imaging sendiri menurut saya sangat detail. Kalau dipakai untuk denger record live music yang masteringnya mumpuni, terasa sangat jelas peletakan instrumennya. Tapi overall presentasinya sedikit terasa mengambang dan dibelakang.
Conclusion
Seri PXC550 ini memang ditujukan kepada traveller yang memiliki mobilitas tinggi. Pekerja kantoran yang sering menerima telpon juga cocok memakai ini, tapi untuk bisnis ada seri CC&O sendiri lagi yang dirilis dari Sennheiser dan memiliki dongle USB khusus.
Headset ini bisa saya bilang praktis dan cukup nyaman untuk pemakaian sehari-hari. Untuk penggunaan mendengarkan musik sendiri, headset ini cocok untuk pecinta lagu lagu edm dan pop mainstream. Untuk penggemar metal sendiri menurut saya kurang cocok dengan soundsignaturenya dan juga bassnya yang tidak terlalu tight.
Di rentang harga 5jutaan sendiri, menurut saya headset ini mampu memberikan fitur-fitur yang sangat baik mulai dari foldable, compact sampai ke active noise cancelling yang sangat baik.
Pros : clear and detail sound, bass presentasinya rapi dan tidak overpower ke sector lain, batre tahan lama.
Cons : tidak ada fitur ambient sound saat mendengarkan lagu, beberapa mungkin tidak suka bentuk earcup seperti telur, harga relatif mahal untuk sebagian orang
No comments:
Post a Comment